Posted by: babyfarros on: Juli 23, 2010
Hello Ayah dan Bunda,
Ayo mulai sekarang kita memulai menyelamatkan bumi, mari kita canangkan dari rumah program go green, dimulai dari hal kecil dan mudah-mudahan bermanfaat. Pernahkah ayah bunda menghitung berapa biaya yang kita keluarkan untuk membeli diapers ananda tersayang, dan berapa sampah yang kita hasilkan per hari dari pemakaian diapers sekali pakai buat ananda tersayang? Berdasarkan hasil survey yang sudah dilakukan pemakaian diapers sekali pakai untuk bayi adalah sekitar 8-10 buah per hari. Apabila rata-rata pembelian 1 buah diapers adalah Rp 2.500 maka dana yang harus kita keluarkan per hari Rp 20.000 sd Rp 25.000, maka dalam 1 tahun kita akan membuang uang percuma sebanyak Rp 7.300.000 dan sampah yang kita hasilkan adalah lebih kurang 18 kg, bayangkan jika kita punya 2 balita, sehari kita menumpuk sampah sebanyak 36 kg, bagaimana kalau 1 tahun, lama kelamaan bumi ini akan penuh dengan sampah, yang notabene sampah adalah sumber berbagai penyakit. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, telah hadir BabyFarros Diapers
Apakah yang di maksud dengan BabyFarros Diapers ?
BabyFarros Diapers adalah popok kain berkantong yang memerlukan insert (lapisan penyerap) untuk setiap kali pemakaian pada buah hati ayah bunda.
BabyFarros Diapers terbuat dari bahan-bahan berkualitas baik yang dapat menyerap dan membuat permukaan diapers tetap kering sehingga buah hati bebas ruam.
Lapisan Inner BabyFarros Diapers terbuat dari bahan suede cloth yang sangat lembut, menyerap air dengan cepat dan tetap membuat permukaan inner tetap kering.
Lapisan Outer BabyFarros Diapers terdiri dari berbagai macam bahan seperti cotton, polyester ataupun kombinasi keduanya, dilapisi bahan waterproof sehingga meminimalkan kebocoran.
Jika ayah bunda adalah pemula maka pertanyaan yang sering muncul adalah berapa banyak Cloth Diaper yang di butuhkan buah hati ayah bunda atau berapa banyak cloth diaper yang perlu ayah bunda beli ?
Untuk newborn – infants membutuhkan 10 sampai 12 kali ganti Cloth diapers dalam 1 hari. Dari sini ayah bunda dapat menentukan akan mencuci cloth diapers dalam kurun waktu berapa hari sekali? Umumnya 1 hari sekali? Jadi ayah bunda dapat mengkalikan misalnya 12 cloth diapers.
Untuk Toddler membutuhkan 8 – 10 Diapers.
Jika Ayah bunda memutuskan untuk menggunakan one size cloth diapers, maka ayah bunda dapat menghemat kebutuhan cloth diaper buah hati dari new born sampai dengan toddler dengan berat ≤ ±16 kg.
Perbandingan antara penggunaan Cloth Diapers dengan Dispobel Diapers biasa
estimasi biaya
Cloth Diapers BabyFarros @70.0000,-
12 pc x Rp70.000,- = Rp 840.000,- ( bisa digunakan hingga 3 th)
Estimasi biaya
Dispobel Diapers biasa @Rp2.000,-
10 pc x Rp2.000/pc = Rp 20.000/hari
30 x Rp 20.000 = Rp600.000/bln
12 x Rp 600.000 = Rp 7.200.000/th
dari perbandingan diatas kita bisa tahu bahwa dengan menggunakan BabyFarros Cloth Diapers, anda dapat menghemat belanja kebutuhan pampers untuk batita anda hingga 5Jt – 7 Jt/th
nah, sekarang anda bisa menentukan pilihan anda, tetap dengan cara lama (dispobel diapers biasa) atau cara baru (BabyFarros Cloth Diapers)????
info lengkap hub : 085730829949
Posted by: babyfarros on: Juli 22, 2010
Untuk pemakaian pertama kali:
Cuci dan keringkan cloth diaper min 3 kali untuk mendapatkan daya serap maksimal dari setiap cloth diaper dan insert untuk mensterilkan cloth diaper dan insert dari lapisan akhir finishing bahan.
Untuk memperpanjang umur cloth diaper dan insert, jangan melakukan pengeringan di mesin cuci (hanya mencuci saja di mesin cuci). Melakukan pengeringan dengan sinar matahari sampai kering dan tidak disetrika. Hal ini dilakukan untuk menjaga lapisan waterproof pada cloth diaper.
Cara mencuci cloth diaper kotor:
Bila cloth diaper Anda bau :
Cara menyimpan cloth diaper kotor :
Cara yang direkomendasikan untuk menyimpan cloth diaper kotor yaitu pada ember kering tertutup. Bilaslah cloth diaper yang terkena pee atau poop menggunakan jet washer atau disemprot air bersih sebelum ditempatkan pada ember kering.
Saran berdasarkan pengalaman:
Saran kami sebaiknya bunda semua mencuci clodi dengan menggunakan mesin cuci. Karena mencuci dengan menggunakan mesin cuci membuat clodi lebih bersih dan lebih menghilangkan bau dibanding cuci tangan biasa. But max 2 menit aja ya dan jangan terlalu banyak deterjen. Karena kalau terlalu banyak deterjen akan menyebabkan sisa deterjen yang menumpuk di clodi dan menyebabkan clodi lebih cepat bau.
Ingat :
Stripping :
Stripping adalah metode untuk menghilangkan residu dari popok kain. Timbunan pengotor ini bisa menyebabkan bau dan kualitas popok menurun. Yang umum menjadi penyebab residu adalah deterjen, sabun dan pelembut.
Cara melakukan stripping : Cuci dengan air bersih tanpa deterjen sampai tidak muncul busa. Lakukan stripping secara berkala, misalnya setiap bulan. Selain tidak baik untuk popok, residu juga bisa menyebabkan ruam pada kulit bayi.
Posted by: babyfarros on: Juli 22, 2010
Sebagai calon orang tua, salah satu yang perlu anda putuskan adalah apakah buah hati anda kelak akan menggunakan disposable diaper ataukah cloth diaper. Apa yang anda putuskan akan memberikan dampak baik dari segi kesehatan maupun finansial, sebab bayi anda akan menghabiskan 25.000 jam bersama diaper dan butuh 6.000 kali penggantian pada tahun pertamanya.
Disposable diaper atau popok sekali pakai terdiri dari bahan-bahan kimia berbahaya, di antaranya adalah Sodium Polyacrylate. Sodium Polyacrylate memang bisa bekerja sebagai super absorbent yang hebat, bahan yang berbentuk serbuk sebelum dicampurkan pada lapisan dalam disposable diaper memiliki daya serap lebih dari 100 kali dari beratnya di dalam air. Bahan kimia inilah yang mengubah cairan menjadi gel yang akan menempel di kulit bayi dan menimbulkan reaksi alergi. Disamping itu, bahan ini juga dicurigai sebagai biang keladi iritasi kulit dan demam. Ketika disuntikkan pada tikus percobaan menimbulkan hemorhage, kegagalan kardivaskuler, bahkan kematian. Anak-anak bisa terbunuh jika menelan 5 gram Sodium Polycrylate. Selain itu, bahan ini juga merusak daya tahan tubuh dan menurunkan berat badan para pekerja pabrik yang memproduksinya.
Bahan kimia lain yang berbahaya adalah dioxin. Dioxin dihasilkan dari proses produksi pemutih kertas. Sementara itu proses produksi disposable diaper menggunakan dioxin dalam bentuk gas klorin. Dalam artikel yang berjudul “Whitewash; Exposing the health and environmental dangers of woman’s sanitary product and dsposable diaper – what you can do about it”, Liz Amstrong dan Adrienne Scott menyatakan kebanyakan industri kertas melakukan proses pemutihan dengan menggunakan pulp whiter daripada klorin. Penyebabnya tak lain adalah bahan kimia yang termasuk dalam organoklorin (termasuk di dalamnya dioxin) ini sangat beracun dan bersifat persisten (menetap dalam tubuh).
Tributyl Tin (TBT) juga termasuk bahan yang digunakan dalam produksi disposable diaper. Bahan kimia ini selain menyebabkan pencemaran lingkungan juga di samping sangat beracun. Penyebarannya bisa melalui kulit, jadi bisa dibayangkan tingkat bahayanya kalau kulit bayi yang sensitif memakai diaper yang mengandung TBT. Karena saking beracunnya bahan kimia ini dalam konsentrasi yang sangat kecil pun bisa mengakibatkan gangguan hormon disamping mengganggu sistem kekebalan tubuh. Tak tanggung-tanggung, orangtua yang memiliki bayi laki-laki perlu waspada karena bahan ini bisa menyebabkan kemandulan . Ginny Caldwell dalam artikelnya yang berjudul “Diapers, Disposable or Cotton?”, menyatakan bahwa kerusakan dalam sistem saraf pusat, ginjal dan lever bisa disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam disposable diaper.
Pada tahun 1999 The Archive of Environtmental Health melaporkan sebuah studi yang dilakukan oleh Anderson Laboratories. Dalam studi tersebut mereka membuka kemasan diaper lalu meletakkannya di dekat tikus-tikus percobaan. Tikus-tikus yang terekspos diaper tersebut menderita bronchoconstriction yang menyerupai serangan asma. Tak hanya itu, tikus-tikus tersebut juga mengalami iritasi mata, kulit dan tenggorokan. Di dalam sebuah ruangan yang luas sekalipun emisi dari disposable diaper cukup mampu membuat tikus-tikus ini terserang asma. Bahan kimia yang ditemukan dalam disposable diaper yang mampu menyebabkan iritasi tenggorokan antara lain tolune, xylene, ethylbenzene, styrene, dan isopropylbenzene.
Tentu saja berbeda dengan popok kain yang terkenal aman karena tidak mengandung bahan kimia. Tikus-tikus percobaan tidak mengalami gangguan pernafasan seperti tikus-tikus yang terkena emisi diaposable diaper. Jadi sekarang saatnya mempertimbangkan lagi penggunaan disposable diaper supaya bayi aman dari efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh disposable diaper.
Studi sains yang dilakukan Kiel University Jerman pada tahun 2000 mengindikasikan kemandulan pria dengan meluasnya penggunaan disposable diaper yang menyebabkan suhu daerah testis lebih panas daripada suhu badan. Ini merupakan faktor yang signifikan terhadap menurunnya tingkat kesuburan kaum pria di Eropa Barat.
Ruam popok misalnya meningkat drastis dari 7,1% menjadi 61% dengan bertambahnya penggunaan disposable diaper menurut sebuah review studi yang dilakukan Proctor and Gambles (The Landbank Consultancy Ltd, 1991). Anda bisa bayangkan keuntungan yang dimiliki pabrik pembuat krim anti ruam popok
.
Sumber : http://www.babies-nappies.co.uk/
Posted by: babyfarros on: Juli 12, 2010
Bagi mommies yang masih bingung dengan istilah soaker pad begini penjelasannya. Soaker pad dan insert mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai bahan penyerap untuk menampung cairan. Insert adalah istilah yang digunakan untuk clodi jenis pocket di mana bahan penyerap dimasukkan (inserted) ke dalam pocket.
Sementara soaker pad adalah istilah umum untuk menyebut bantalan penyerap yang cara pemakaiannya diletakkan/disampirkan saja di atas diaper induk/ sarang diaper seperti pada clodi model diaper cover.
Nah, karena sudah ada kain suede pada insert, maka insert juga bisa digunakan sebagai soaker pad, tanpa harus memasukkannya ke dalam pocket. Karena bahan suede menjadikan permukaan yang bersinggungan dengan kulit bayi terasa lembut dan mudah dibersihkan. Tidak seperti halnya permukaan insert microfiber biasa yang kasar yang tidak nyaman digunakan sebagai soaker pad.
Lantas apa insert microfiber biasa tidak bisa digunakan sebagai soaker pad?? Bisa saja, tapi agar lembut kita perlu melapis dengan liner tambahan. Lagipun ada pendapat yang mengatakan bahwa persinggungan langsung (tanpa alas)dengan bahan microfiber akan membuat kulit bayi kering (honestly, I do not know this for sure, hehe..). Nah, dengan tambahan suede maka kita tak perlu repot menambahkan liner lagi.